Postingan

Pohon Oak dan Labu

Gambar
Suatu hari, ada seorang petani yang sedang bersandar di pohon Oak. Ia merasa lelah karena sudah seharian bekerja di ladang. Ia lalu melihat pemandangan di sekitarnya. Ia melihat ke arah sebuah labu. Kenapa Tuhan menciptakan pohon labu seperti itu? Batangnya sangat kecil, namun buah labu sangat besar. Rasanya tidak sesuai. Harusnya pohon labu besar sesuai dengan buahnya. Harusnya pohon labu seperti pohon Oak ini, besar dan kokoh, pikir si Petani. Si Petani merasa janggal dengan ciptaan Tuhan. Waktu pun terus berlalu. Angin dan udara segar membuatnya mengantuk. Ia akhirnya tertidur. Disela tidurnya yang nyenyak, tiba-tiba saja buah oak jatuh tepat kehidungnya.ia spontan terbangun dan merasa kesakitan. Hidungnya berdarah. “Ya ampun, hidungku berdarah terkena buah oak yang jatuh. Bagaimana jika seandainya buah labu yang jatuh menimpaku. Tentu akan lebih parah lagi. Aku mengerti sekarang, ternyata Tuhan menciptakan sesuatu sesuai dengan perhitungannya.” Sejak itu, petani tidak meragukan ci...

101 Dongeng Anak Sebelum Bobok

Gambar
berikut ini adalah kumpulan dongeng cerita anak untuk dibacakan sebelum bobok. ada 101 dongeng asli karangan anak Indonesia. Selamat membaca... Dongeng Anak Sebelum Bobok : Bunga Mawar Dongeng Anak Sebelum Bobok : Pak Kerdil Dongeng Anak Sebelum Bobok : Miki Tikus dan Ekornya yang Hilang Dongeng Anak Sebelum Bobok : Kisah Raja yang Tamak Dongeng Anak Sebelum Bobok : Tini dan Peri Baik Dongeng Anak Sebelum Bobok : Kisah Monyet dan Burung Merpati Dongeng Anak Sebelum Bobok : Lumba-Lumba Penolong Dongeng Anak Sebelum Bobok : Harimau yang Sombong Dongeng Anak Sebelum Bobok : Si Kelingking Dongeng Anak Sebelum Bobok : Putri Buruk Rupa dan Pangeran Tampan Dongeng Anak Sebelum Bobok : Peri Penjaga Hutan Dongeng Anak Sebelum Bobok : Peri Air Dongeng Anak Sebelum Bobok : Ular Emas Dongeng Anak Sebelum Bobok : Peri Pelindung Dongeng Anak Sebelum Bobok : Si Kancil dan Buaya Dongeng Anak Sebelum Bobok : Pertolongan Sang Tikus Dongeng Anak Sebelum Bobok : Kejujuran Mahesa Menjaga Kebun Anggur Do...

Cerita Banteng yang Berkelahi dan katak Rawa-Rawa

Gambar
Suatu hari, ada dua ekor Banteng yang sedang berkelahi dengan sengitnya di tepi rawa-rawa. Mereka berdua saling adu kekuatan. Si Katak yang tinggal di rawa-rawa melihat perkelahian itu dan merasa ketakutan. Saat itu, seekor katak lain menghampiri si Katak dan bertanya, “Kenapa kamu terlihat ketakutan seperti itu?” “Tentu saja aku takut. Lihatlah kedua banteng itu. Mereka berkelahi dan saling mendorong. Jika salah satu diantara mereka kalah dan terjatuh ke rawa-rawa, maka tubuh mereka akan menimpa kita yang ada disini. Kita akan terluka,” jawab si Katak. Benar saja apa kata si Katak. Beberapa menit kemudian, seekor Banteng dengan tubuh yang besar dan kuat jatuh dan terdorong ke rawa-rawa. Ia kalah dalam pertarungan itu. Tubuhnya menimpa para katak yang tinggal di rawa-rawa. Banyak katak yang terluka karena terimpit oleh tubuh Banteng yang besar dan keras. Nasihat : Hindarilah perkelahian karena perkelahian dapat membawa sengsara dan kesedihan. Tidak hanya pada pelakunya, tapi juga pa...

Mengakali Anak yang Jahat

Gambar
Dahulu kala, hiduplah seorang yang kaya raya. Ia memiliki harta yang banyak. Namun, karena merasa sudah tua, ia membagikan harta warisan kepada anak-anaknya. Sebelum mendapat harta warisan, anak-anaknya berlomba-lomba untuk mencari perhatiannya dan berbuat baik padanya. Tapi, setelah ia membagikan harta warisan, semua anaknya tidak peduli lagi padanya dan malah mengacuhkannya. Ia merasa sangat sedih. Suatu hari, ia bertemu dengan seorang teman. Ia bercerita mengenai kesedihannya. Temannya mempunyai ide. Temannya berpura-pura datang ke rumahnya untuk mengantarkan empat kantung berisi kerikil dan pasir. Temannya itu mengatakan kepada anak-anak si orang kaya bahwa kantung itu berisi emas dan uang. Mengetahui bahwa ayah mereka memiliki emas dan uang yang banyak, mereka kembali mendekati dan memperhatikan ayahnya. Namun, sang Ayah mengatakan bahwa ia tidak akan membagi harta itu lagi sebelum ia meninggal. Akhirnya, suatu hari sang Ayah meninggal. Dengan tidak sabar, anak-anaknya membuka ke...

Perkelahian Ayam dan Burung Elang

Gambar
Suatu hari disuatu kandang ayam, ada dua ayam jantan yang sedang berkelahi. Mereka berkelahi dengan serius dan saling mematuk satu sama lain. Hingga akhirnya, salah satu dari mereka kalah dan mundur. Satunya lagi merasa sebagai pemenangnya dan sangat senang. Untuk mengumumkan kemenangannya dan menunjukkan kehebatannya, ia terbang ke atas atap kandang dan meninggikan dadanya. Ia bersuara lantang dan berniat untuk mengumumkan kemenangannya, seekor Elang yang terbang di atas langit melihatnya. Elang itu merasakan si Ayam pemenang sebagai sasaran yang empuk. Ia langsung turun dan dengan cepat menyambar tubuh si Ayam pemenang yang berdiri di atas atap. Ayam itu di bawanya menuju sarangnya untuk dijadikan santapan. Sementara itu, si Ayam kalah melihat kejadian itu. Ia lalu terbang dan berdiri di atas atap dan mengumumkan kemenangannya. Ia menggantikan si Ayam pemenang yang sudah menjadi makanan si burung Elang. Nasihat : Bersikaplah dengan rendah hati. Kesombongan hanya akan menimbulkan mal...

Kisah Si Anjing yang Nakal

Gambar
Dahulu, ada seekor Anjing yang nakal. Saking nakalnya, pemiliknya mengikat balok kayu yang besar di lehernya. Tujuannya adalah agar Anjing ini tidak pergi kemana-mana. Juga agar orang yang didekatinya dapat mengetahui keberadaannya saat ia mendekat. Namun, Anjing ini tetap saja nakal. Walaupun sudah diikat dengan balok kayu yang besar, Anjing ini malah bangga.  Ia sering berjalan-jalan keluar dan menunjukkan balok kayunya sehingga dikenal banyak orang. Semua orang yang melihatnya tidak merasa senang kepada Anjing ini. Suatu hari, si Anjing bertemu dengan seekor Anjing lainnya. Anjing itu lalu bertanya kepada si Anjing. “Kenapa kau malah bangga dan senang memperlihatkan dirimu yang diikat dengan balok kayu kepada orang lain? Seharunya kau berada di tempatmu dan tidak mengganggu orang lain. Tidak seharusnya kau bangga dengan balok kayumu itu.” Anjingpun menyadari kesalahannya. Semenjak itu, dia berubah dan menjadi Anjing penurut. Nasihat : Kita tidak seharusnya bangga akan kejahat...

Monyet dan Unta Peniru

Gambar
Suatu hari, ada suatu perayaan di hutan. Perayaan itu untuk merayakan terpilihnya Singa sebagai raja hutan. Monyet yang pandai menari di suruh maju oleh Singa. Monyet segera meliuk-liukkan badannya dan menghibur semua hewan dengan tariannya yang indah. Semua orang memujinya. Unta merasa iri dan merasa bisa menirukan tarian Monyet. Tanpa disuruh, Unta maju dan menirukan gaya menari Monyet.  Namun, tubuhnya yang besar dan kakinya yang panjang, membuatnya sulit menari. Bahkan, ia menabrak beberapa hewan disekitarnya. Ia junga hampir mengenai hidung Singa. Semua hewan yang ada di sana merasa jengkel pada Unta. Mereka pun mengusir Unta dan membuangnya kepadang gurun. Nasihat : Iri hati akan membuatmu kehilangan sahabat. Lakukanlah sesuatu sesuai kemampuanmu.