Postingan

Seratus Satu Butir Telur

Gambar
Suatu hari, keluarga tupai sedang berkumpul di atas meja makan. Saat itu musim dingin, sehingga tupai tidak bisa keluar dari rumah. Mereka mengurung diri di rumah dan memakan persediaan makanan yang sudah disiapkan sebelum musim dingin tiba. Namun, malam ini, persediaan makanan mereka tinggal satu butir telur. “Kita tinggal memiliki satu butir telur. Itu tidak akan cukup untuk kita berempat,” kata Ibu Tupai.  “Tidak apa, Ibu. Kita bisa membaginya untuk berempat.” Jawab Ayah Tupai. “Aku lapar sekali, Ibu. Masakkan saja satu telur itu,” kata Anak Tupai. Mendengar itu, Ibu Tupai dengan sedih mengambil satu telur persediaan terakhir mereka. Ia ingin menggoreng telur itu. Tiba-tiba, seseorang mengetuk pintu rumah mereka. Ayah Tupai bergegeas membukakan pintu. Ternyata yang datang adalah seekor Kelinci. “Ada apa, Kelinci?” kata Ayah Tupai. “Aku ingin meminta bantuamu. Anakku sakit karena sudah tidak makan selama dua hari, sedangkan kami sudah tidak punya persediaan makanan lagi. Bolehkah...

Aisyah yang Memuliakan Tamunya

Gambar
Ada seorang Putri bernama Aisyah. Ia adalah seorang istri yang taat dan setia kepada suaminya. Ia juga selalu mendengarkan perkataan suaminya. Namun, suatu hari, suaminya pulang dengan tangan kosong. Ia tidak membawa apa-apa, sehingga Aisyah tidak bisa membeli belanjaan ke warung untuk memasak. Padahal, mereka belum makan saat itu. Mereka hanya memiliki dua butir telur dan dua cangkir nasi. Aisyah pun memasaknya dan berharap agar itu cukup untuk makan siang. Tiba-tiba, seseorang mengetuk pintu rumah mereka. “Siapa?” tanya Aisyah. “Aku adalah Ilman, sahabat suamimu,” kata tamu itu. Aisyah segera memanggil suaminya dan mempersilahkan tamu itu masuk ke rumah. Kebetulan juga, ia sudah selesai memasak. Mereka pun berbincang lama, hingga suaminya bertanya kepada temannya ini. “Apakah kamu sudah makan?” tanya sang suami. “Belum,” jawab Ilman dengan jujur. “Marilah makan siang bersama kami. Kebetulan istriku sudah selesai memasak,” ajak sang suami. Aisyah menjadi cemas. Ia hanya mempersiapk...

Sepotong Roti yang Membawa Rezeki

Gambar
Kemarau panjang melanda. Panen padi para petani pun gagal. Pohon-pohon tidak menghasilkan buah, sumber air juga mengering. Karena kondisi itu, masyarakat lebih banyak mengurung diri di rumah. Mereka hanya punya persediaan makanan seadanya. Melihat keadaan desa tersebut, sang Raja memberikan bantuan berupa air dan roti. Air dan roti itu dijatah sesuai jumlah anggota keluarga. Suatu hari, seorang pengembara datang ke desa itu. Ia merasa kelaparan dan kehausan. Ia lalu mencari warung untuk membeli makanan dan air. Namun, di desa itu tidak ada satu pun warung buka. Karena sudah tidak bisa menahan lapar dan haus, ia mengetuk salah satu pintu rumah. “Ada apa kau datang kemari, orang asing?” tanya pemilik rumah. “Saya adalah pengembara. Saya ingin beristirahat untuk sekedar makan dan minum. Tapi, tampaknya tidak ada yang berjualan. Sudikah kiranya engkau membantu saya memberi sedikit makanan dan minuman,” mohon pengembara itu. Pemilik rumah bimbang. Sebenarnya ia juga belum makan. Jika ia ...

Kurcaci Pekerja Keras

Gambar
Dahulu kala, hiduplah kawanan kurcaci disuatu hutan. Pekerjaan mereka sehari-hari adalah bertambang dan menempa perhiasan. Mereka lalu menjual hasil tempaannya ke kota. Para kurcaci ini adalah pekerja keras. Suatu hari, seorang manusia datang menghampiri mereka. “Aku ingin membeli seratus perhiasan, tapi kalian harus mengerjakannya dalam waktu sebulan,” kata manusia itu. Para kurcaci segera berunding untuk membahas tawaran manusia tersebut. Selama ini, kurcaci hanya bisa menyelesaikan dua perhiasan dalam satu hari. Jika mereka harus menyelesaikan seratus perhiasan dalam sebulan, itu artinya harus bekerja keras siang dan malam. Setelah menimbang berbagai untung ruginya, mereka setuju mengambil pekerjaan tersebut. Para kurcaci segera bekerja keras siang dan malam. Akhirnya tepat sebulan, si orang kaya itu datang lagi. “Apakah kalian sudah menyelesaikan pesananku?” “Tentu saja. Kami sudah menyiapkan seratus perhiasan,” kata salah satu kurcaci. “Bagus,” kata orang kaya itu, lalu memberika...

Cerita dari Istana Kurcaci

Gambar
Mundus adalah Kurcaci yang baik hati. Setelah mendapat banyak buah, Mundus membawa sekantong buah itu ke istana para kurcaci. Erasmus, kurcaci jahat, memperhatikannya sedari tadi. Ia berencana mencuri sekantong buah milik Mundus. Mundus yang kelelahan selama perjalanan memutuskan beristirahat di bawah pohon rindang. Ia tertidur. Saat itulah Erasmus mencuri kantong buah Mundus. Erasmus berlari cepat ke istana. Saat Mundus bangun, ia tak menemukan kantong buahnya. Ia sangat sedih dan kesal. “Hei, Mundus, kenapa kau tidak membawa apa-apa dari hutan?” ejek Erasmus saat melihat Mundus datang tanpa membawa apa-apa. “Aku tadi membawa sekantong buah. Namun saat tertidur, seseorang mencuri kantong buahku,” kata Mundus polos. “Hahaha! Lihatlah aku. Aku mendapat buah sangat banyak,” kata Erasmus sombong. Peri hutan yang mendengar ucapan Erasmus segera mengubah isi kantong buah curian itu menjadi buah-buahan yang busuk dan berulat. “Mari kita buka di tengah lapangan. Aku sudah mengumpulkan semu...

Kisah Kucing yang Mandiri

Gambar
Suatu hari, seekor Kucing hamil dan beristirahat di pinggir rumah. Saat itu, seekor bebek lewat dan menyapa. “Hai, Kucing, apa yang sedang kau lakukan?” “Aku sedang merasakan sakit dalam perutku. Kurasa tidak lama lagi aku akan melahirkan,” jawab Kucing. “Oh, benarkah? Apa yang bisa kulakukan untukmu?” tanya Bebek. “Tidak perlu, Bebek. Aku biasanya mengurus persalinanku sendiri,” jawab Kucing. Ternyata si Kucing benar. Tak berapa lama, Kucing melahirkan anak-anaknya. Bayi-bayi kucing yang merahpun menangis dan meronta-ronta. Bebek sangat senang melihatnya. Setelah melahirkan, ia menjilati dan membersihkan anak-anaknya. Bebek terkesima dengan apaa yang dilakukan Kucing. Kucing terlihat sangat mandiri. Kucing bisa mengurus dirinya sendiri. Bayi-bayinya pun terlihat bersih. Nasihat : Jadilah anak mandiri dan jangan suka menyusahkan orang lain.

Kesabaran Lebah Madu

Gambar
Seekor Merpati di dahan pohon. Ia melihat sekelompok lebah sedang membawa madu. “Apakah kalian ingin membuat sarang di pohon ini?” tanya Merpati. “Iya, kami akan membuat sarang disini,” jawab Lebah Madu. “Apakah kalian tidak takut? Disini kan dekat dengan perumahan manusia. Suatu hari nanti, mereka bisa saja mengambil madu kalian dan menghancurkan sarang kalian,” kata Merpati. “Sebetulnya kami takut, Merpati. Tapi, kami merasa pohon ini sangat cocok untuk menjadi sarang kami. Jika suatu hari nanti manusia datang, kami hanya bisa pasrah. Semoga madu yang mereka ambil dari kami berguna untuk mereka,” jawab Lebah Madu. Merpati pun mengerti dan kagum pada kesabaran Lebah Madu. Beberapa bulan setelahnya, sarang Lebah Madu telah membesar. Di dalamnya ada banyak sekali madu. Saat itu lah seseorang mendatangi sarang Lebah Madu. Dia membakar kayu di bawah pohon, sehingga para Lebah Madu pusing. Para lebah berlarian meninggalkan sarangnya. Ternyata orang itu mengambil madu para Lebah. “Jangan ...